Terus Berbenah, LPPM Tamsis Studi Banding ke LPPM UM

Iklan

.

Terus Berbenah, LPPM Tamsis Studi Banding ke LPPM UM

Selasa, 18 Februari 2020
Foto Bersama Ketua LPPM STKIP Taman Siswa Bima, Anisah M.Pd dengan Ketua LPPM UM, Prof Dr Markus Diantoro M.Si dan Dosen Peneliti STKIP Taman Siswa Bima.


Bima, Kiprah.Berita11.com— LPPM STKIP Tamsis Bima sejak berdiri tahun 2014 terus berbenah dan berlari kencang dalam meningkatkan peran dan eksistensi di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.

Sebagai lembaga kampus yang memiliki tugas melaksanakan koordinasi, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, LPPM STKIP Tamsis Bima memiliki tanggung jawab besar  dalam memajukan penelitian dan kegiatan pengabdian di lingkup kampus. Baik penelitian dan pengabdian dosen maupun mahasiswa.

Dalam upaya memaksimalkan peran dan fungsi tersebut, LPPM STKIP Tamsis Bima melakukan studi banding ke LPPM Universitas Negeri Malang (UM). Saat kegiatan, tim diwakili oleh Ketua LPPM Anisah, M.Pd dan dosen peneliti STKIP Tamsis Sri Lastuti, M.Pd. Kegiatan tersebut dilaksanakan Rabu, 12 Februari 2020 di Gedung LPPM lantai 6 UM.

Dalam acara tersebut hadir pula para peneliti yang bekerja sama dengan peneliti senior UM seperti  peneliti dari Universitas Kaltara, Universitas Sulewesi Barat, Universitas Muhammadiyah Gresik, STKIP PGRI Jombang, Universitas Muhammadiyah Mataram.

“Dalam sambutannya Ketua LPPM UM Prof Dr Markus Diantoro M.Si  menyampaikan rasa bahagianya bisa sharing dan diskusi dengan LPPM Tamsis dan para peneliti dari kampus-kampus yang punya kemauan kuat untuk maju,” kata Anisah melalui telepon genggamnya, Senin (17/2/2020).

Saat kegiatan tersebut, lanjut Anisah, Ketua LPPM UNM itu menyampaikan gambaran umum LPPM UM. Beberapa hal penting terkait manajemen keuangan Hibah, jenis skim penelitian Internal di UM, pengembangan sentra hak kekayaan intelektual (HKI)/paten, pengelolaan klinik jurnal, jurnal UM, media pembelajaran berbasis IT dan arah penelitian Indonesia di masa depan.

“Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa di era 4.0 ini  tugas dosen atau peneliti tidak hanya mengejar luaran penelitian tetapi harus mampu menciptakan produk penelitian yang beroreantasi pada pengembangan ekonomi dan produk berbasis IT. Dosen-dosen harus mengarahkan penelitian ke arah digitalisasi ekonomi. Begitupun dalam pembelajaran di kelas, dosen harus sudah mulai memberikan pembelajaran berbasis daring atau online,” ujarnya.

Anisah mengatakan, pada kesempatan yang berbeda sekretaris LPPM UM Dr Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., juga menyambut positif kegiatan kunjungan tersebut. Ahmad Munjin Nasih menceritakan beberapa program kerja LPPM UM dan kebijakan-kebijakan di LPPM UM. Yang sangat menarik dari beberapa kebijakan dan program yang disampaikan adalah bahwa LPPM UM sejak tahun 2019 telah memfasilitasi dosen-dosen peneliti dengan menyediakan tenaga accounting representative (AR).

“Sebagaimana yang diketahui, bahwa setiap hibah selain disibukkan dengan urusan mengejar target luaran penelitian, dosen-dosen peneliti banyak tersita waktunya untuk mengurusi laporan keuangan peneletian. Akibatnya kosenrasi dan fokus dosen dalam penelitian menjadi terganggu. Adanya AR tersebut, disambut positif oleh dosen-dosen penelitinya. Sekarang dosen-dosen peneliti UM hanya disibukkan dengan laporan dan pencapaian target luaran,” ulas Ketua LPPM STKIP Tamsis.

Dengan adanya informasi-informasi baru yang disampaikan oleh LPPM UM, ia pribadi berharap sekolah tinggi dengan julukan kampus merah itu mampu mengambil pelajaran-pelajaran penting dari UM. Tidak lain tujuannya adalah agar dosen-dosen peneliti lingkup STKIP Tamsis Bima lebih khusus LPPMnya dapat mengikuti langkah-langkah yang pernah dilakukan UM.

“Sebagai out put dari kegiatan kunjungan ini, akan dilakukan tandatangan kerjasama antara LPPM UM dan LPPM Tamsis yang fokuskan pada peningkatan kapasistas LPPM dan peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian dosen,” pungkas Anisah. [RD]