Tidak hanya Samapta, Anggota Polri Perlu Menguasai dan Ramah Teknologi

Iklan

.

Tidak hanya Samapta, Anggota Polri Perlu Menguasai dan Ramah Teknologi

Thursday, November 21, 2019
Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah Menyampaikan Sambutan pada Rakorbin SDM Polda NTB Tahun 2019 di Hotel Lombok Praza Mataram, Selasa (19/11/2019).

Mataram, Kiprah.Berita11.com— SDM Polri ke depan tidak lagi dilihat dari samapta, fisik dan kemampuan akademiknya saja. Tetapi juga harus menguasai dan ramah teknologi, khususnya teknologi informasi (IT) dan komunikasi,  sehingga mampu melahirkan inovasi dan mengoperasikan perangkat militer dengan teknologi yang sudah sangat canggih.

“Ke depan polisi sudah tidak identik dengan badan tegap, rambut cepak, tapi polisi yang menguasai bidang teknologi IT, bidang biotek dan ahli lainnya, mengingat perkembangan yang dihadapi saat ini dan ke depan akan sangat jauh berbeda,” ungkap Gubernur NTB, Dr H. Zulkieflimansyah di hadapan 137 peserta Rapat Koordinasi Pembinaan Sumber Daya Manusia (Rakorbin SDM) Polda NTB tahun 2019 di Hotel Lombok Plaza Mataram, Selasa, (19/11/2019).

Menurut Gubernur, di negara-negara maju seperti di Amerika, Inggris dan Eropa, dalam perekrutan dan pengembangan SDM kepolisiannya, lebih mengutamakan skill dan penguasaan IPTEK.

Doktor Zul sapaan akrab Gubernur NTB ini, berharap personil Polri khususnya lingkup Polda NTB terus memperbaharui dan meningkatkan kapasitas SDM menghadapi kemajuan teknologi di masa depan. Kemajuan teknologi di masa depan akan sangat beragam. Karena itu, perlu inovasi sejak proses rekruitmen hingga pembinaan dan pengembangan kariernya.

“Di negara Jepang atau Cina kendaraan tidak memiliki suara dan bebas emisi. Kereta listrik dan mobil tanpa pengemudi. Ini merupakan hal yang harus diantisipasi oleh aparatur Polri untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya. Di masa depan semua berbasis kontrol komputer. Salah satunya kemajuan kendaraan tanpa sopir,” cerita Doktor Zul di hadapan Kapolda NTB, Irjen Pol. Drs Nana Sudjana MM, Kalak BPBD dan Kadis Sosial NTB.

Gubernur Zul juga mengapresiasi Polri sebagai salah satu organiasi di Indonesia yang mampu terus bertahan, kompak dan konsisten dengan spirit yang tegas merefleksikan dirinya. “Organisasi Polri harus terus merespon dan mengikuti tantangan baru di era IT dan perkembangan zaman masa yang akan datang,” pesan mantan anggota DPR RI ini.

Sementara itu, Kapolda NTB, Irjen Pol Drs. Nana Sudjana, M.M dalam sambutannya mengatakan, Polri akan terus berkomitmen menjaga profesionalitas dan menjaga kondusivitas negara dalam mendukung pembangunan nasional.

Menurut mantan Direktur Politik Baintelkam Polri ini, dalam meningkatkan SDM, Polri harus terus berbenah, menuju professional,  modern dan terpecaya, sehingga tercapai SDM unggul dan berintegrasi. 

Kapolda juga mengingatkan bahwa, Polda NTB harus fokus dengan sejumlah instruksi Kapolri, antara lain dalam perekrutan SDM memegang prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel Dan Humanis) berbasis teknologi informasi. Kemudian instruksi pembenahan pola Diklat yang siap kerja (vokasi), pembinaan karir berbasis meritokrasi  dan kompetensi serta peningkatan kesejahteraan.


Ia meminta Rakorbin SDM Polri dijadikan momentum yang baik untuk menindaklanjuti kebijakan pimpinan pusat, untuk visi menuju Indonesia maju, dengan penigkatan SDM agar Polri di NTB menjadi lebih profesional.

“Manfaatkan Rakor ini sebagai sarana untuk saling tukar informasi. Sampaikan masukan guna penyempurnaan pelayanan di bidang SDM. Ciptakan terus inovasi dan terobosan kreatif dibidang pembinaan sumber daya manusia,” imbaunya.


Saat Rakorbin SDM Polda NTB tahun 2019, juga dilakukan penandatanganan MoU antara Polda NTB dengan Pemprov NTB tentang Pembentukan dan Peningkatan SDM tenaga konselor dalam pendampingan penyintas bencana dan permasalahan psikososial. MoU antara Polda NTB dengan IDI NTB,  dan MoU antara Polda NTB dengan Dinas Dikbud NTB,  dalam perekrutan SDM Polda NTB. Selain itu, juga dilakukan peluncuran aplikasi Si-Bagi (sistem Informasi Sambang Psikologi). [MF]