Langsung ke konten utama

FUI Bima Serukan Umat Jauhi Riba dan Maksiat

Ilustrasi


Kota Bima, KontrasBima— Ketua Forum Umat Islam (FUI) Bima, Ustad Asikin menyerukan umat Islam agar menjauhi riba dan maksiat terutama menjelang pergantian tahun aktivitas maksiat marak terjadi di Bima yang bisa memicu kemurkaan Allah sehingga menurunkan azab atau bencana.

“Kami tidak henti mengimbau kepada umat kepada komponen untuk mendekatkan diri kepada Allah untuk menghindarkan dari bencana dan musibah. Karena bencana itu tidak datang kecuali karena banyaknya maksiat yang dilakukan manusia,” kata Ustad Asikin  ketika dihubungi KontrasBima, Senin (27/11/2017).

Sesuai sabda Rasulullah, bancana dan musibah hadir karena banyaknya maksiat yang dilakukan manusia. Selain itu karena riba sudah merajalela secara terang-terangan dilakukan manusia.

“Terutama kata Rasulullah, maksiat. Kalau sudah maksiat dan riba sudah merajalela secara terang-terangan dilakukan manusia, itu berarti kaum itu telah menghalalkan azab Allah semata-mata,” ujar Ustad Asikin.

Ustad Asikin melihat transaksi riba di Bima sudah dianggap sepele oleh masyarakat umum. Padahal peringatan tentang perbuatan dosa itu sudah sangat jelas. Hal tersebut bisa mengundang kemurkaan Allah sehingga menurunkan bencana.

Untuk mengingatkan umat agar menjauhi kemaksiatan, JAS Bima akan melaksanakan dakwah pantai ketika tanggal 1 Januari atau bertepatan pada tahun baru masehi. Mengingatkan masyarakat agar menjauhi hura-hura atau maksiat.

“Mengingatkan supaya masyarakat tidak hura-hura, tidak menyebarkan kemaksiatan, kembalilah kepada Allah takutlah kepada azab. Puncak malam tanggal 1 Januari kita akan melakukan dakwah pantai mengingatkan orang-orang di pantai dan kafe agar takut dan ingat kepada Allah,” katanya.

Ustad Asikin menyerukan kepada pemerintah daerah agar mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar mengeluarkan imbauan ketika mendekati tahun baru masehi. Mengingatkan masyarakat agar menjauhi maksiat.

“Insya Allah termasuk pada bulan Desember dari tanggal 1 sampai 31 itu kita turunkan dai untuk pencerahan tentang tahun baru,” katanya.


Sebagai bentuk kepedulian terhadap umat, saat ini JAS Bima masih menggalang dana untuk korban banjir Lombok Timur. Seruan JAS dan FUI Bima kepada masyarakat agar menjauhi maksiat dan riba adalah bagian kepedulian terhadap umat sehingga terhindar dari bencana. (NS)

Postingan populer dari blog ini

Gedung Kesenian Kota Bima akan Diresmikan 2 Mei 2018

Kota Bima, KontrasBima— Meski sempat mangkrak selama 12 tahun, proyek pembangunan gedung kesenian di Kelurahan Rabangodu Selatan Kecamatan Raba Kota Bima saat ini sedang dirampungkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bima. Rencananya, bangunan itu akan diresmikan pada 2 Mei tahun 2018 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional mendatang.
“Ini proyek sudah lama mangkrak dari tahun 2005. Insya Allah, kita rencanakan peresmiannya 2 Mei pas Hari Pendidikan Nasional,” kata Kepala Dinas Dikbud Kota Bima, Drs. Alwi Yasin, M. AP kepada KontrasBima di lokasi proyek, Senin (27/11/2017).
Alwi menjelaskan anggaran pembangunan lanjutan gedung sebesar Rp5 miliar bersumber dari APBD Kota Bima tahun 2017. Anggaran itu digunakan untuk penataan bagian atap, dinding dan lantai bangunan. Sementara untuk tahap penyelesaian, pihaknya telah mengusulkan Rp2 miliar pada APBD tahun 2018.
“Sisanya tinggal finishing. Untuk dekorasi seperti, plafon, instalasi listrik, kursi, pengeras suara, AC, lampu, pagar, taman…

Perbub Dana Desa Tahun 2018 Ditargetkan Rampung Januari

Bima, KontrasBima— Peraturan bupati (Perbub) mengenai prioritas dana desa tahun 2018 masih dalam tahap perancangan. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes) menargetkan regulasi itu akan terbit pada Januari 2018 mendatang.
“Perbub belum selesai karena masih kita rancang. Insya Allah paling lambat Januari 2018,” kata Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMDes Kabupaten Bima, Faisal kepada KontrasBima di DPMDes Kabupaten Bima, Kamis (23/11/2017) lalu.
Faisal menuturkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan telah menginstruksikan daerah untuk segera membuat regulasi tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2018 yang merujuk peraturan Menteri Desa PDT dan Transmigrasi.
Menurutnya, secara umum prioritas penggunaan dana desa tahun 2018 masih didominasi bidang pembangunan dan pemberdayaan.
“Kita sedang mengkaji dan menerjemahkan ketentuan kementerian. Penekanannya masih di bidang pembangunan dan pemberdayaan,” katanya. (ID)

STKIP Taman Siswa Bima Gelar Wisuda Angkatan ke-XI, ini yang Berbeda

Bima, KontrasBima— Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima menggelar rapat senat terbuka wisuda angkatan ke-XI tahun 2017, di Auditorium Sudirman, Sabtu (16/12/2017). Sedikitnya, jumlah peserta yang diwisuda sebanyak 450 orang dari tujuh program studi.

Sebanyak 21 orang dikukuhkan sebagai wisudan terbaik angkatan ke-XI tahun 2017 STKIP Taman Siswa yaitu Aminah Kurniati dari Prodi Pendidikan Fisika dengan indeks prestasi komulatif (IPK 3,93), Fitri Kurniati, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (IPK 3,91), M Alimuddin, Prodi Pendidikan Sejarah (IPK 3,91), Nahrul Faidin dari Prodi Pendidikan Sejarah (IPK 3,91), Suherman, Prodi Pendidikan Sejarah (IPK 3,91), Nurmalasari dari Prodi Pendidikan Matematika (IPK 3,91), Evi Afriani dari Prodi Pendidikan Teknologi Informasi (IPK 3,85), Abdul Hafid dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (IPK 3,82), Dewi Ernawati dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (IPK 3,81), Aap Kurniatun dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (IPK 3,80)…