Fujie Pearls, Unit Wirausaha STKIP Tamsis Bima yang Telah Mendunia

Iklan

.

Fujie Pearls, Unit Wirausaha STKIP Tamsis Bima yang Telah Mendunia

Jumat, 13 Maret 2020
Fujie Pearls Menandatangani MoU dengan President Qatar-Indonesia Business Council (QIBC) Mr. Farhan Al Sheikh Al Sayed, Indonesian Ambassador to Qatar, Muhammad Basri Sidehabi.


Bima, Berita11.com— Menjadikan lulusan yang mampu berwirausaha adalah salah satu misi dari STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima. Untuk memperkuat misi tersebut, kampus telah membentuk unit wirausaha yang fokus pada penjualan Mutiara Lombok: Fujie Pearls. Tak hanya andil di pasar dalam negeri, bahkan telah dikenal pada perdagangan internasional.

Dua event bergengsi kelas dunia yang diikuti unit wirausaha tersebut yaitu Indonesia Corner tahun 2020 dan Indonesia Ekonomi Expo pada tahun 2019. Kedua kegiatan tersebut dihelat di Doha-Qatar.

Untuk mengembangkan sayap agar mampu bersaing dengan perusahaan kelas dunia lainnya, Fujie Pearls telah menandatangani sejumlah Memorandum of Understanding (MoU). Di antaranya nota kesepahaman yang diteken oleh salah satu perusahaan dari Turki, didampingi oleh President Qatar-Indonesia Business Council (QIBC) Mr. Farhan Al Sheikh Al Sayed, Indonesian Ambassador to Qatar, Muhammad Basri Sidehabi dan Chamber of Commerce and Industry and its chapter of Aceh Province tahun 2019.

Unit bisnis milik kampus beralmamater merah maron itu juga merupakan mitra binaan Kimia Farma, Bank NTB Syariah, Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Mataram.

Pada Maret 2020, Owner Fujie Pearls, Sri Fujiawati S.Pd kembali memperkenalkan karya dagangnya pada ajang Indonesia Corner di Doha Qatar. Informasi yang berhasil dihimpun, karya dagang balutan mutiara asli Lombok itu berhasil mencuri perhatian pecinta perhiasan dunia.

Ucapan yang paling sering dimunculkan oleh pemburu perhiasan berkelas yang ditemui istri Dr Ibnu Khaldun Sudirman M.Si., itu adalah, “Miss Fujie masyaallah. Allah  kirimkan kamu ke sini agar kami bisa melihat kebesarannya. So You must be think big even you come from small island,”.

Selama 10 hari di Qatar ditemani oleh Lisa Directris To Be Utama salah satu perusahaan eksportir asal Indonesia yang juga sudah go international. Tiga hari pertama bertemu dengan Ketua Kadin Qatar.

Melalui Sheikh ini akan difasilitasi bertemu dengan salah satu pengusaha papan atas di Qatar yaitu Alfardan Jewellery yang sudah memiliki took-toko jewellery dengan brand kelas dunia di berbagai Negara Timur Tengah dan pengusaha tersebut menawarkan membuka toko jewellery Alfardan di Jakarta dan mereka sangat tertarik dengan kulit kerang yang ada di Lombok untuk diekspor  ke Qatar.

“Setelah itu kami juga bertemu stakeholder lain yang bergerak di wirausaha mutiara seperti Honey Diamond,” ungkap Sri Fujiati saat wawancara yang dihubungkan oleh Dr Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si, Jumat (13/3/2020).

Pola dagang harus diubah menyusul adanya larangan warga untuk berada lama di luar rumah karena adanya serangan corona. Kegiatan dagang difokuskan untuk memanfaatkan jaringan untuk komunikasi dengan pelanggan. Pada salah satu kesempatan, nyonya Ibnu itu sempat mengabadikan momen bersama Mr. Farhan Al Sheikh Al Sayed, President Qatar Indonesia Business Council and President of International Walking Football Federation Asia dan Mr. Ashraf Mustafa Director of Operation of Al Fardan Jewellery in Doha, Qatar.

“Pola dagang ditiga hari kedua ini mobile offering, yaitu dengan memanfaatkan jaringan untuk bermomunikasi dengan berbagai pelanggan, mengingat adanya larangan pemerintah setempat untuk berada ditempat keramaian, sekolah dan universitas diliburkan, semua even ditutup, mengurangi datang ke mall dan tempat keramaian lain. Sungguh ini jadi tantangan sekaligus pengalaman yang tidak biasa, mengikuti pameran saat virus corona,” paparnya.

Fujie Pearls berdiri sejak September 2016. Dimulai dengan penjualan secara online dan memiliki ratusan reseller dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Customer Fujie Pearl bahkan ada di wilayah Malaysia, Singapura dan Jepang dan kini mencoba merambah negara Timur Tengah. Usaha ibu tiga orang anak itu merupakan motivasi yang diberikan kepada civitas akademika lingkup STKIP Tamsis Bima.

Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr Ibnu Khaldun Sudirman M.Si mengaku bangga dengan capaian unit wirausaha kampus yang dipimpinnya. Ia bahkan memberi brand bahwa Unit Bisnis Tamsis Go Internasional.

“Unit bisnis ini akan menjadi real model di STKIP Tamsis Bima dan bahkan akan diperluas pada masyarakat bisnis online,” ujarnya.

Dalam tak lama lagi, pihaknya akan mendatangkan Owner Fujie Pearls yang juga adalah istrinya itu. Tujuannya untuk memberi pelatihan tentang wirausaha pada civitas akademi dan juga alumni.

“Ini juga salah satu capaian unit bisnis yang mampu menerjemahkan visi berwirausaha kami. Bahkan sebelum masuk 2025, sudah ada unit bisnis yang bisa menjadi pelopor bagi civitas. Bahkan untuk masyarakat yang lebih luas,” ujar orang tua dari Hazwan Abqory, Inas Althafunnisya, dan Inan Asyifa itu. [B-19/*]