Dulu Merantau jadi Pekerja Sawit di Kalimantan, Anak Petani asal Sangiang Sukses sebagai Wisudan Terbaik

Iklan

.

Dulu Merantau jadi Pekerja Sawit di Kalimantan, Anak Petani asal Sangiang Sukses sebagai Wisudan Terbaik

Selasa, 10 Desember 2019
Fuadin saat Menerima Pengalungan Pita Wisudawan Terbaik Angkatan XXIV STIH Muhammadiyah Bima, pada Prosesi Rapat Terbuka Wisuda Strata 1 STIH Muhammadiyah Bima yang Berlangsung di Gedung Seni dan Budaya Kota Bima, Senin (9/12/2019). Foto AD/ Berita11.com.

Kiprah.Berita11.com— Tuntutlah ilmu hingga negeri China. Kalimat bijak itu menjadi penyemangat bagi banyak orang untuk menggapai kesuksesan, khususnya pada bidang akademik.

Hal itu pula yang menjadi penyemangat bagi Fuadin, pemuda asal Desa Sangiang Kecamatan Wera Kabupaten Bima yang dikukuhkan sebagai wisudawan terbaik angkatan XXIV Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Muhammadiyah Bima, yang digelar di Gedung Seni dan Budaya Kota Bima, Senin (9/12/2019).

Dari 181 yang dikukuhkan sebagai Sarjana Hukum, Fuadin bersama delapan peserta lainnya dikukukuhkan sebagai wisudawan terbaik dengan indeks prestasi komulatif (IPK) memuaskan.

Faudin tak menyangka atas prestasi akademik yang diraihnya. Apalagi dia hanyalah anak seorang petani dari wilayah terpencil di bagian Utara Kabupaten Bima. Untuk menjadi yang terbaik dari ratusan mahasiswa yang menyelesaikan studi, ia melalui jalan yang berliku dan curam.

Setelah sempat duduk di bangku kuliah, alumnus SD Inpres Sangiang Pulau ini, sempat terpaksa merantau ke Kalimantan Timur selama dua tahun demi mendapatkan biaya untuk melanjutkan pendidikan.

Selama merantau di Pulau Kalimantan, Fuadin menjadi pekerja perusahaan kelapa sawit, PT Wira Inova Nusantara (WIN) Indogunta Group. Dengan gaji pas-pasan dari hasil menjadi pekerja perusahan kelapa sawit itu, ia kirim untuk membantu perekonomian keluarganya. Sebagian ia tabung untuk biaya kuliah di STIH Muhammadiyah Bima.

“Prinsip saya, kita harus bekerja keras dan pantang menyerah untuk meraih sesuatu yang kita impikan. Apalagi untuk orang seperti saya yang berasal dari keluarga pas-pasan. Tapi saya bersyukur atas semua nikmat Allah SWT berikan,” katanya.

Baginya kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan dan terbelakang, tidak menjadi hambatan dan tidak membuatnya minder. Namun itu dijadikan pelecut semangat. Ia terharu dan tak kuasa meneteskan air mata melihat raut kebahagiaan kedua orang tuannya saat panitia wisuda membacakan nama-nama wisudawan terbaik, termasuk dirinya.
Fuadin Foto Bersama Sejumlah Wisudawan Terbaik Lainnya Angkatan XXIV STIH Muhammadiyah Bima. Foto AD/ Berita11.com.

“Bapak saya turut masuk mengiringi saat pengukuhan oleh ketua STIH Muhammadiyah Bima, sekaligus untuk menerima ijazah sementara. Sama seperti saya, bapak terharu bahkan sempat meneteskan air mata selama acara itu berlangsung,” ujar alumnus SMP SMPN 3 Wera dan SMAN 3 Wera ini.

Senin pagi, ratusan mata menyaksikan prosesi wisuda angkatan XXIV Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Muhammadiyah Bima, termasuk Ketua Mahkamah Konstitusi, Dr H Anwar Usman, Kepala Lembaga Layanan DIKTI Nusra, Prof Dr I Nengah Dasi Astawa M.Si dan pimpinan pusat Muhammadiyah Prof Dr Tabroni M.Si.

Selain Fuadin, delapan lulusan STIH Muhammadiyah Bima yang dikukuhkan sebagai wisudawan terbaik angkatan XXIV yaitu Dimas Illiyyin Abdillah asal Desa Lambu, Andriadin asal Desa Laju, Ristiani Aldova asal Kecamatan Bolo, Irhamzah asal Kabupaten Dompu, Dewi Safitry Ayuningsih, Rustam asal Kabupaten Dompu, Samiun asal Desa Karampi Kecamatan Langgudu, Nuryadin asal Desa Doro O’o Langgudu, dan Ikbal terbaik asal Desa Ngali Kecamatan Belo. [AD]