PLN Janji Pemadaman Listrik Bergilir di Lombok segera Berakhir

Iklan

.

PLN Janji Pemadaman Listrik Bergilir di Lombok segera Berakhir

Rabu, 20 November 2019
Kepala Diskominfostik NTB, Kabid Humas Polda NTB dan Sejumlah Wartawan Mengunjungi PLTU Jeranjang.

Mataram, Berita11.com—  Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik),  merespon cepat pengaduan pemadaman listrik oleh masyarakat, melalui kanal NTB Care maupun lewat media sosial.

Sepekan terakhir, pemadaman listrik sering terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Lombok, sehingga menimbulkan pertanyaan dan keluhan dari sejumlah warga. Sebenarnya apa yang terjadi? Kesimpangsiuran informasi tentang pemadaman listrik tersebut akhirnya terjawab.

Plt. Kepala Dinas Kominfotik NTB I Gede Putu Aryadi, S. Sos., MH, usai meninjau lokasi PLTU Jeranjang bersama Kabid Humas Polda NTB, jajaran PLN Wilayah NTB dan sejumlah media elektronik nasional dan lokal, meminta PLN untuk segera mengatasi pemadaman listrik bergilir.

“Pada bulan Oktober yang lalu ada 48 pengaduan tentang listrik, bulan November ini ada lima pengaduan. Pengaduan didominasi masalah listrik, PDAM dan infrastruktur. 
Pengaduan masyarakat lewat Medsos Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah juga sangat banyak. Pemadaman rutin setiap tahun ini harus dicarikan solusinya. Tidak boleh terus berulang setiap tahun,” tandasnya.

Menurutnya, PLN Wilyah NTB harus cepat merespon keluhan dan pengaduan masyarakat. Saat ini industrilisasi, UMKM dan pariwisata memegang peran penting pengguna pasokan listrik terbanyak. Memang aktivitas usaha sektor ini sedang menggeliat dan bangkit.

“Perlu listrik untuk operasional dan mendukung berkembangnya usaha mereka,” jelas pria yang akrab dengan insan media di NTB ini.

Selain itu, tambahnya, ketersediaan pasokan listrik di wilayah NTB ke depan dapat mendukung event besar seperti  Motor GP di Mandalika maupun memperlancar program unggulan NTB Gemilang.

Kadis Kominfostik, juga mengatakan, setelah mendapat penjelasan secara teknis saat kunjungan ke Unit Pembangkit PLTU Jeranjang dan PLTMG Power Plant Peaker yang menggunakan tenaga gas, bahwa PLTU Jeranjang sedang melaksanakan pemeliharaan rutin setahun sekali.

Di Jeranjang sendiri, terdapat tiga mesin pembangkit.  Pada Senin, 18 November 2019, dua di antara mesin pembangkit itu, sudah selesai proses pemeliharaan dan satu lagi masih dalam proses pemeliharaan dan ditargetkan akan selesai pada 21 Desember 2019  mendatang.

Setelah selesainya pemeliharaan dua pembangkit di PLTU Jeranjang dan setelah mulai bisa dioperasikan pembangkit, maka pasokan kebutuhan listrik di Lombok sudah dapat terpenuhi, PT PLN optimistis pekan depan pemadaman listrik bergilir akan berakhir.

Pihaknya berharap, PLN sebagai BUMN penyedia pasokan energi, harus memiliki ketersediaan alternatif energi listrik mengatasi solusi agar setiap tahun tidak terjadi pemadaman seperti kondisi sekarang.

Menurutnya, di NTB sudah ada energi tenaga surya. Selain itu, juga perlu tambahan pembangunan pembangkit lain, sehingga tidak terjadi lagi pemadaman ketika salah satu pembangkit harus memasuki masa pemeliharaan.

Dengan demikian layanan energi listrik bagi masyarakat dan juga  untuk mendukung program industrilisasi, pengolahan pertanian, pariwisata atau UMKM dalam membangun NTB, akan tetap terpenuhi.

“Ini perlu Solusi  menjawab kegundahan masyarakat akan ketersediaan energi listrik di NTB," kata mantan Irbansus Inspektorat NTB ini.

Sementara itu, Senior Manager Pembangkitan PLN Unit Induk Wilayah NTB, Edyson Rajagukguk mengapresiasi Pemrov NTB, Humas Polda dan insan pers di NTB yang berkunjung ke PLTU Jeranjang, melihat langsung kondisi terkini dan proses kerja pemulihan sistem kelistrikan yang dilakukan selama 24 jam.

Diakui oleh Edyson,  kondisi kelistrikan di NTB masih kekurangan daya untuk dipasok kepada konsumen, sehingga terjadi pemadaman. Namun upaya untuk menghilangkan pemadaman listrik terus dilakukan oleh PT PLN Wilayah NTB.

“Kami bersama karyawan PLTU bekerja 24 jam dengan membagi shift untuk menyelesaikan kendala dalam ketersediaan kelistrikan untuk masyarakat,” ujarnya didampingi  Manager Indonesia Power PLTU Jeranjang Melky Victor.

Senior Manager Pembangkitan PLN Unit Induk Wilayah NTB ini menjelaskan, dua generator di PLTU Jeranjang mulai bisa dioperasikan secara bertahap, setelah sebelumnya dilakukan pemeliharaan.  “Tinggal satu  mesin pembangkit lagi di sini yang terus kami kerjakan melibatkan 200 orang teknisi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, dalam pekan ini ada proses penambahan daya secara bertahap. PLTU unit 2 sudah beroperasi dengan 10 Mega Watt (MW) , secara bertahap akan meningkat menjadi 25 MW pada batas maksimalnya.

Kekuatan daya juga akan didukung oleh PLTG Lombok Peaker di Ampenan sebesar 50 MW, sehingga setelah penambahan menjadi 60 MW.


Pada masa mendatang untuk mendukung program Pemrov NTB dan mendukung program lainnya, PT PLN sedang menyiapkan penambahan kapasitas PLTU di Sambelia Lotim dengan kekuatan 2X25 MW. [MF]