Bawaslu Dompu “Kampanye” Tolak Politik Uang dan Disinformasi Melalui Kampung Pengawasan

Iklan

.

Bawaslu Dompu “Kampanye” Tolak Politik Uang dan Disinformasi Melalui Kampung Pengawasan

Sabtu, 14 Desember 2019
Suasana Pengawasan Partisipasi yang Dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Dompu di Halaman Parkir RSUD Dompu, Sabtu (14/12/2019). Foto Ist.

Dompu, Kiprah.Berita11.com— Beberapa waktu lalu Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menginisiasi pembentukan Kampung Pengawasan. Hal tersebut ditindaklanjuti Bawaslu Kabupaten Dompu dengan terus melaksanakan sosialisasi meningkatkan pengawasan partisipatif.

Pada Sabtu, 14 Desember 2019, Bawaslu Kabupaten Dompu melaksanakan sosialisasi pengawasan partisipasi bagi komunitas parkir dan ojek, di halaman RSUD Dompu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu, Drs Irwan menjelaskan, pada kegiatan tersebut Bawaslu mengajak berbagai lapisan masyarakat termasuk petugas parkir dan komunitas ojek agar ikut berpartisipasi menyukseskan Pilkada serentak 2020, dengan ikut mengawasi jalannya Pilkada dan menolak segala bentuk pelanggaran seperti politik uang (money politics)

Mencegah terjadinya dugaan pelanggaran Pemilu yang selama ini dianggap biasa. Bahkan jadi tradisi oleh masyarakat pada setiap Pemilu, seperti politik uang. Ini menjadi budaya masyakarakat yang sering didengar dan dirasakan, namun kadang sulit dibuktikan,” katanya.

Dijelaskannya, Inisiasi Kampung Pengawasan Partisipatif meyentuh simpul-simpul kelompok masyarakat, baik yang baru maupun yang sudah ada. “Dengan program ini harapan Bawaslu agar pelanggaran Pemilu dapat diminimalisai. Olehnya demikian, sangat diharapkan keterlibatan aktif semua elemen masyarakat membantu penyelenggara Pemilu agar pemilihan berjalan baik dan Jurdil,” katanya.


Lebih  kurang 40 tukang ojek dan juru parkir di Dompu mengikuti  sosialisasi pengawasan partisipasi bagi komunitas parkir dan ojek, yang digelar Bawaslu Kabupaten Dompu di halaman RSUD Dompu. para komunitas tersebut mengikrarkan penolakan politik  uang pada Pilkada 2020.

“Komunitas ojek dan parkir yang sudah tentu butuh edukasi Pemilu, yang apa itu Pemilu apa, peran pengawas Pemilu dan ada apa dalam tahapan Pemilu, serta apa peran masyarkat dalam Pemilu. Agar mereka paham dan dugaan-dugaan pelanggaran yang terjadi minimal dapat dicegah pada lingkungannya dan keluarga mereka,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu.

Ditegaskannya, politik uang merupakan kejahatan Pemilu yang harus dilawan bersama. [RIS]