Demplot Melalui Rumah Pupuk NPK Pelangi, Wujud Sosial CV Rahmawati dan Pupuk Kaltim kepada Petani

Iklan

.

Demplot Melalui Rumah Pupuk NPK Pelangi, Wujud Sosial CV Rahmawati dan Pupuk Kaltim kepada Petani

Senin, 23 Maret 2020
Direktur CV Rahmawati, H Ibrahim. Foto Berita11.com.
  
Bima, Berita11.com— Tak semata mengutamakan profit oriented, permasalahan petani menjadi atensi distributor pupuk CV Rahmawati. Salah satu yang dilakukan perusahaan, menyiapkan demplot melalui Rumah Pupuk NPK Pelangi.

Sesuai rencana, pada bulan April mendatang, CV Rahmawati akan melaksanakan program demplot.

Hal tersebut disampaikan Direktur CV Rahmawati melalui Koordinator Admin CV Rahmawati, Asraruddin di kantor setempat, Sabtu (21/3/2020).

Dikatakannya, demplot untuk setiap kecamatan yang menjadi wilayah kerja CV Rahmawati dilaksanakan pada dua titik. Sehingga dari delapan kecamatan wilayah kerja CV Rahmawati totalnya 16 titik.

“Kebetulan untuk yang satu musim, hanya sekali setahun, misalnya Kecamatan Donggo.Jadi sekali setahun, biasanya per musim bergulir demplotnya,” kata Asraruddin.

Dijelaskan Asraruddin melalui program demplot, diharapkan petani yang telah sukses dengan demplot (pupuk) mengembangkan kepada keluarga atau petani lainnya. Sehingga kebaikan yang dilakukan secara berantai.

“Misalnya  si A kita demplotkan, jadi setelah terbukti hasil pertaniannya, si A harus mendemplotkan lagi pupuk tadi, harus membelikan pupuk yang sama pada produsen atau pada kios terdekat, didemplotkan kepada keluarga atau teman-temannya sehingga demplot berantai. Tapi pembiayaan hanya sekali saja pada awal saja,” ujarnya.

Program demplot mulai berjalan setahun terakhir.  “Tapi lebih diikuti program KUR musim kemarau. kalau kemarin program KUR musim hujan saja. Kalau tahun ini musim hujan kita ada program juga, terus pada musim kemarau sedang kita list, ini rencana bulan depan,” katanya.

Sementara itu, Direktur CV Rahmawati H Ibrahim mengatakan, untuk program dan kegiatan demplot, pihaknya menamakan Rumah Pupuk NPK Pelangi. “Namanya dulu adalah saung, bahasa kami Rumah Pupuk NPK Pelangi. Insya Allah nanti ada namanya Kampung NPK Pelangi. Itu kita berikan demplot, sesuai rekomendasi secara teknis 5-3-2,” ujarnya.

Dijelaskannya, rekomendasi teknis 5-3-2 yakni 500 pupuk organik, 300 pupuk NPK dan 200 urea. “Bukan sebaliknya, ureanya lebih tinggi dari pada NPK. (Petani) bersama distributor melakukan inovasi terbaru dan membantu beberapa kelompok yang ingin demplot, insya Allah Pupuk Kaltim bersama distributor selalu siap,” ujarnya.

H Ibrahim menegaskan, bahwa ada masalah berkaitan ketersediaan (stok) pupuk sebagaimana opini sebagian kelompok yang menyorot KP3, Dinas Pertanian, distributor dan pengecer atau kios. Karena itu tidak terbukti. Hal itu sebagaimana juga yang disuarakan saat FGD Pupuk Bersubsidi yang dihadiri General Manager PT Pupul Kaltim, anggota Komisi IV DPR RI H Syafruddin ST MM, Kepala Dinas Pertanian, para distributor, kios, PPL, para petani.

“Alhamdulillah tidak ada dipermasalahkan subsidi, hanya yang diminta  subsidi dari pemerintah (terbatas). Jadi sisanya itu, kita pasti memberikan pupuk non-subsidi, bukannya paket, berulang ulang kata paket sebenarnya tidak dibenarkan dan kata-kata langka harus dihilangkan. Karena itu hanya kekurangan alokasi (subsidi) yang diberikan oleh negara,” ujarnya. [B-19/*]