Tak Terpengaruh Wabah Virus Corona, CV Rahmawati Siap Salurkan Pupuk untuk Kebutuhan MK 1

Iklan

.

Tak Terpengaruh Wabah Virus Corona, CV Rahmawati Siap Salurkan Pupuk untuk Kebutuhan MK 1

Senin, 23 Maret 2020
Enam Prinsip Penyaluran Pupuk oleh CV Rahmawati.


Bima, Berita11.com— Meskipun umumnya negara-negara sedang menghadapi pandemi Corona dan beberapa daerah di Indonesia meningkatkan kewaspadaan, CV Rahmawati memastikan pelayanan terhadap penyaluran pupuk tetap berlangsung efektif.

Kendati demikian, CV Rahmawati tetap memerhatikan imbauan dan standar kewaspadaan terhadap virus Corona. “Pengaruh terhadap kinerja, khusus kami CV Rahmawati tidak terpangaruh dengan hal itu, karena kami menjunjung tinggi prinsip 6 T, tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu dan tepat mutu,” Direktur CV Rahmawati melalui Koordinator Admin CV Rahmawati, Asraruddin di kantor setempat, Sabtu (21/3/2020).

Dikatakannya, pada Maret 2020 volume distribusi pupuk mulai berkurang, berbeda dibandingkan pada Januari dan Februari, sehingga pihaknya lebih cepat dan tepat dalam merespon permintaan.  “Kalau sekarang malah lebih cepat, karena volumennya sedikit di bawah 1.000 ton. Kalau yang mempengaruhi volume, paling kami harus lembur tidak sampai telat,” ujar Asraruddin.

Berkaitan kebutuhan musim kemarau (MK 1) untuk bulan April, Mei dan Juni 2020 dan MK2 pada Juli, Agustus dan September, CV Rahmawati siap melaksanakan distribusi pupuk.  Perusahaan telah menyiapkan stok untuk kebutuhan pada musim kemarau yang akan mulaid disalurkan pada April mendatang.

“Sudah ada kita siapkan stok musim kemarau, sudah ada sekarang dan sudah kita siapkan. Karena aktivitas Maret kita sudah selesai dari target menyalurkan yang subsidinya,” katanya.

“Dari itu, kita berinisiatif menyalurkan April, Mei dan Juni sesuai kebutuhan data yang kita dapatkan dar teman-teman lapangan, Pupuk Kaltim biasanya Asisten Eksekutif dan juga dari kios-kios serta informasi petani yang membutuhkan atau tidak. Kita himpun semua informasinya seperti itu,” jelas Asraruddin.

Mewakili harapan petani dan mengingat kondisi kebutuhan petani di NTB pada umumnya dan Bima pada khususnya, CV Rahmawati berharap ada peningkatan alokasi pupuk bersubsidi (urea). Karena kondisi di lapangan kebutuhan petani bukan lagi 4 zak per hektare. Melainkan di atas jumlah tersebut.


“Kita juga mewakili suara petani, harapannya dengan adanya pengruangi ini dilirik lagi khususnya NTB dan Bima. Kebutuhan aslinya seperti apa dan berapa. Jadi kemarin General Manager (Pupuk Kaltim) dan anggota DPR RI sudah disampaikan di sana, sehingga ingin direvisi menitikberatkan di Kabupaten Bima. Misalnya kebutuhannya 4 zak/ hektar, masyarakat sebernanya kebutuhannya di atas itu, dari 4 zak itu saja tidak semuanya bisa dicover, dari 4 zak saja kita masih merasa kurang, apalagi dengan semakin dikurangi,” ujarnya. [B-19/*]