BUMDes, TDC dan Shop From Home, Calon Penantang Alfamart dan Indomaret

Iklan

.

BUMDes, TDC dan Shop From Home, Calon Penantang Alfamart dan Indomaret

Senin, 27 April 2020
Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah Memantau Pelepasan Pertama Order TDC Kuripan Utara.

Mataram, Berita11.com— Trade and Distribution Centre (TDC) yang dimiliki oleh BUMDes yang ada di desa menjadi fenomena baru yang menggairahkan dan memudahkan aktivitas ekonomi, jual beli produk-produk rakyat dari desa. Selain Shop from home, TDC menjadi fenomena baru bagi rakyat kecil, seolah-olah mereka mengambil alih supply chain yang tadinya tidak mungkin mereka dapatkan.

Misalnya, Layanan Belanja Keluarga Senyum Kita di Desa Kuripan Utara membawa suasana baru bagi warga. Berbelanja diantar hingga rumah. Warga senang, harga murah, bisa menyicil. Warung-warung atau kios-kios milik warga juga bisa belanja ke TDC (Trade and Distribution Centre) karena harganya murah.

Akhyar Rasidi, Ketua Bumdes Kuripan Utara yang telah diresmikan Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, Kamis (23/4/2020) lalu mengakui sejak adanya TDC, aktivitas ekonomi di desanya tampak mulai menggeliat.

“Sekarang masyarakat kecil di desa kami, meski tanpa modal, mereka mulai bisa membuat komunitas market dan supply yang mereka-mereka juga jadi pelakunya,” ungkapAhyar, Minggu (26/4/2020).


Menurutnya, hal itu membuat ekonomi rakyat benar-benar bisa tumbuh perlahan dan semakin kuat. Apalagi market ini benar-benar diisi oleh produk-produk lokal, tentu akan sangat menopang pertumbuhan ekonomi desa menjadi semakin kuat.

Untuk mendukung aktivitas ekonomi rakyat ini, Ahyar mengusulkan kepada Gubernur NTB agar memprogramkan melalui STIP untuk menyediakan sumbangan motor box 3 roda dan gerobak warung pintar untuk agen-agen TDC yang berprestasi.

“Satu TDC perlu dua motor box roda tiga dan jika untuk seluruh NTB, maka dibutuhkan minimal 2000 motor box. Sehingga Produksi lokal motor listrik 3 roda dengan box ini, bisa diserap oleh Bumdes-Bumdes kita,” ungkapnya.

“I'm very happy to see them happy. Untuk tujuan ini, Mahadesa akan kita bangun di setiap desa di NTB dan Indonesia. @Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesian,” kata Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul.

Menurut Gubernur Zul, dengan kondisi semua desa melalui Bumdes memiliki TDC, maka nantinya semuanya bisa tersambung dengan sistem ke vendor dan GNE untuk pengadaan barang-barang, sehingga nantinya kata Bang Zul tidak mustahil TDC bisa menandingi alfamart dan indomart.


“Jadi produk-produk lokal kita, ada outletnya sampai desa-desa,” tegasnya.

Ia menegaskan, NTB bisa maju ekonominya jika perekonomian di desa juga maju. “Ekonomi desa maju kalau BUMDES-nya hidup dan produktif. BUMDES hidup maka outlet untuk UKM harus tersedia dan dengan tersedianya outlet maka UKM-pun hidup dan bergerak,” katanya.

Bang Zul melihat bahwa bila UKM menggeliat, maka lapangan kerja akan tercipta dan tentunya pengangguran juga bisa ditekan. Lapangan kerja tersedia, maka kemiskinan akan berkurang. Berikutnya jika lapangan kerja tersedia, maka standar hidup masyarakat menjadi lebih baik, pendidikan dan kesehatan menjadi terjangkau. “Maka NTB Gemilang jadi nyata, Insya Allah,” tegasnya. 



Dengan menggeliatnya aktivitas TDC di setiap desa, kata Gubernur Zul, maka berimbas pula industri permesinan. Ada kebutuhan untuk motor listrik. Ada pula Kebutuhan untuk cold storage di setiap TDC. “Kalau di setiap TDC ada cold storage berarti masyarakat bisa menyimpan hasil kebun, hasil pertanian, hasil laut dan kolam, hasil hutan dan hasil peternakan lebih lama,” katanya

Nilai produk tersebut akan lebih tinggi,, karena tidak cepat basi atau rusak. menurutnya, hal itu membuat petani, nelayan dan peternak mempunyai pendapatan lebih banyak. Hal itu juga berpengaruh pada sektor lain, yaitu kebutuhan untuk berwisata dan refreshing. “Sehingga desa-desa wisata kita dan pariwisata kita menjadi hidup dan bergairah, karena masyarakat lokal kita sudah punya daya beli,” kata Gubernur Zul.

Menurut Gubernur Zul, ada beberapa hal yang akan mempercepat terinstallnya TDC di semua desa. Di antaranya, adanya dukungan penuh dari pemerintah melalui Badan Pemberdayaan Desa se-NTB. Kedua, adanya kolaborasi antara GNE dengan Bank NTB di mana sama-sama menjadikan TDC sebagai ujung tombak mitra bisnis dan menjadi solusi kemudahan akses modal untuk memulai membangun TDC. Sementara desa menganggarkan melaui dana desa secara bertahap.

Ketiga, program-program Dinas Sosial baik belanja PKH, BPNT dan BLT bisa transaksi di TDC desa. Keempat, yang tidak kalah pentingnya adalah dukungan OPD dalam meningkatkan kapasitas produksi pertanian maupun produk IKM dan UKM, melalui upaya menfasilitasi program dan pengadaan peralatan penunjang masyarakat.

Bang Zul menegaskan, sebenarnya banyak hal lain sebagai potensi bisnis dan pemberdayaan yang bisa dilakukan di desa untuk mempercepat terwujudnya NTB Gemilang.

Karena itu, ia meminta Kepala Dinas Dikbud NTB, Aidy Furqon untuk menyiapkan SDM-SMD dari para siswa dan lulusan SMK yang andal dengan membangun BLUD di setiap SMK di NTB. BLUD merupakan cikal bakal terbentuknya BUMD baru yang sehat dan maju.

Wakil Gubernur, Dr.Hj. Siti Rohmi menambahkan, bahwa kunci utama dari keberhasilan TDC menuju kebangkitan ekonomi desa adalah sinergitas dengan seluruh stake holder, terutama pemerintah Kabupaten dan kota serta desa. “Ingat, kita nggak bisa kerja sendiri tanpa sinergisitas,” ujar Umi Rohmi.

Karena itu, Wagub Umi Rohmi meminta seluruh kepala perangkat daerah teknis agar tidak melupakan koordinasi dengan perangkat daerahteknis di kabupaten dan kota, sehingga niat baik sinergitas menjadi satu kekuatan dahsyat.

Umi Rohmi juga meminta agar dalam pengadaan masker dan APD lain lebih mengutamakan pedagang-pedagang di pasar.

Kepada Kepala Dinas Perdagangan NTB, Drs H Faturrahman, M. Si, Wagub meminta agar meyakinkan dan memastikan bahwa pedagang pasar, semua memakai masker. Demikian halnya juga masyarakat yang belanja. [B-24/*]