Good News: 8 Pasien di NTB Sembuh dari Covid-19

Iklan

.

Good News: 8 Pasien di NTB Sembuh dari Covid-19

Selasa, 28 April 2020
Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, HL  Gita Ariadi. Foto Biro Humas Prov NTB.

Mataram, Berita11.com— Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merilis penambahan 21 kasus baru positif Covid-19, dari 186 sampel yang diperiksa. Dari jumlah tersebut 164 sampel negatif dan satu sampel ulangan positif. Selain perkembangan jumlah kasus, Gugus Tugas juga merilis delapan pasien di NTB yang sembuh dari Covid-19.


Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariadi menyebutkan, sejumlah pasien yang dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan swab baru yaitu pasien nomor 26, an. Tn. SR, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Selong Kabupaten Lombok
Timur; Pasien nomor 34, an. Tn. R, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kecamatan Kediri
Kabupaten Lombok Barat;

Pasien nomor 52, an. Tn. T, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Jurit Baru, Kecamatan
Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Kemudian pasien nomor 53, an. Tn. LAM, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur;

Pasien nomor 54, an. Tn. M, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Terara, Kecamatan
Terara, Kabupaten Lombok Timur. Pasien nomor 58, an. Tn. MA, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Korleko Selatan, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;

Pasien nomor 66, an. Tn. KA, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Bebidas, Kecamatan
Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Selain itu, pasien nomor 99, an. Ny. N, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Bengkel Selatan, Kecamatan Labu Api, Kabupaten Lombok Barat.

Ariadi mengatakan, dengan adanya tambahan 21 kasus baru terkonfirmasi positif, delapan tambahan kasus sembuh baru dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai Selasa, 28 April 2020 sebanyak 227 orang. Rinciannya, 30 orang sudah sembuh, empat meninggal dunia dan 193 orang masih positif, yang mana dalam keadaan baik.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap
melakukan contact tracking terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” ujarnya melalui pernyataan pers, Selasa (28/4/2020) petang.

Sekda NTB juga menyebut 21 kasus baru positif Covid-19, yaitu: pasien nomor 207, an Tn. J, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk Desa Kerujuk, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;

Pasien nomor 208, an. Tn. H, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Karang Desa,
Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke
Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini
menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;

Pasien nomor 209, an. Tn. D, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Teres Genit,
Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke
Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini
menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;

Pasien nomor 210, an. Tn. A, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Bayan, Kecamatan
Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;

Pasien nomor 211, an. Tn. AM, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Dasan Lendang,
Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke
daerah Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat
ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;

Pasien nomor 212, an. Tn. MA, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Lendang Bamben,
Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke
Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini
menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;

Pasien nomor 213, an. Tn. M, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Bayan, Kecamatan
Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;

Pasien nomor 214, an. Tn. M, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Akar-Akar,
Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke
Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini
menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;

Pasien nomor 215, an. Tn. AA, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok,
Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan
perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah.

Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik;

Pasien nomor 216, an. An. ZS, laki-laki, usia 10 tahun, penduduk Desa Toya, Kecamatan
Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke Gowa
Makassar. Riwayat kontak dengan anggota asrama Pasien Covid-19 nomor 01. Saat ini
menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik;

Pasien nomor 217, an. Tn. US, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Desa Gapuk, Kecamatan
Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa
Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di
Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;

Pasien nomor 218, an. Ny. E, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Batuyang,
Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan
perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah
bepergian ke Madura. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur
dengan kondisi baik;

Pasien nomor 219, an. Tn. A, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Paok Montong,
Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke
Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini
menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik;

Pasien nomor 220, an. Ny. H, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Tete Batu Selatan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik;

Pasien nomor 221, an. Tn. LRA, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Mantang,
Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan
ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini
menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;

Pasien nomor 222, an. Ny. NJ, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Mantang,
Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan
perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah
melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di
Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;

Pasien nomor 223, an. Tn. LS, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan
Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa
Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani
karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;

Pasien nomor 224, an. Tn. MA, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Panjisari,
Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke
Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini
menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;

Pasien nomor 225, an. Tn. LR, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Teratak, Kecamatan
Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa
Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani
karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;

Pasien nomor 226, an. Ny. IR, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Luwuk Sulawesi Selatan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima dengan kondisi stabil;

Pasien nomor 227, an. Tn. I, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Plembak, Kecamatan
Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit
Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 170. Saat ini dirawat di
RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik.

“Selain kasus baru yang dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 atau menjalani karantina terpusat di masing-masing kabupaten/kota di Provinsi NTB, juga terdapat warga NTB yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjalani pemeriksaan dan perawatan serta tercatat sebagai pasien di Provinsi Bali,” katanya.

Pasien yang dimaksud yaitu Tn. MHT, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani perawatan di RSPTN Udayana Bali dengan kondisi baik.

Gita Ariadi menyatakan, hingga press release dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 503 orang dengan perincian 325 orang (65%) PDP masih dalam pengawasan, 178 orang (35%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 15 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.891 orang, terdiri dari 808 orang (17%) masih dalam pemantauan dan 4.083 orang (83%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 2.887 orang, terdiri dari 1.956 orang (68%) masih dalam pemantauan dan 931 orang (32%) selesai pemantauan, sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid- 19 sebanyak 50.167 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 12.451 orang (25%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 37.716 orang (75%).




Pemrov NTB mengimbau masyarakat yang memiliki risiko tinggi yakni orang-orang dengan usia 50 tahun ke atas, bayi dan balita serta orang dengan penyakit komorbid seperti penyakit jantung, diabetes melitus, hipertensi, pneumonia dan kanker adalah orang-orang yang memiliki risiko tinggi jika terpapar Covid-19. Oleh karenanya kepada orang-orang dengan risiko tinggi tersebut diminta untuk tetap berada di rumah atau tidak melaksanakan aktivitas di luar rumah selama pandemi Covid-19, tetap menjaga jarak, melaksanakan pola hidup bersih dan sehat serta mengikuti protokol pencegahan Covid-19 secara ketat. Jika terdapat keluhan maka segera bisa menghubungi petugas kesehatan terdekat.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir,” katanya.

Untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan
mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik
pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119. [B-24/*]