Sterilisasi Setiap Pintu Masuk, Relawan Covid-19 Desa Bajo Programkan Penyemprotan Rutin hingga Konseling

Iklan

.

Sterilisasi Setiap Pintu Masuk, Relawan Covid-19 Desa Bajo Programkan Penyemprotan Rutin hingga Konseling

Kamis, 07 Mei 2020
Para Pemuda yang Tergabung dalam Relawan Pencegahan Covid-19 Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima Memeriksa Suhu Tubuh Pengendara dan Mengulurkan Hand Sanitizer untuk Mencegah Penyebaran Covid-19.

Bima, Berita11.com— Sudah lebih dari sepekan para remaja dan pemuda yang tergabung dalam Relawan Covid-19 Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima melaksanakan sterilisasi setiap pintu masuk untuk mencegah penyebaran virus Corona di Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima.

Selain itu, relawan tersebut memprogramkan penyemprotan disinfektan secara rutin dua kali sepekan, pengadaan 1.000 masker utnuk masyarakat, membuat hand sanitizer hingga menyediakan pelayanan konseling mental (psikologis) bagi masyarakat dalam menghadapi wabah Covid-19 dan sosialisasi kesehatan.

Koordinator Relawan Pencegahan Covid-19 Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Adi Ardiansyah mengatakan, sterilisasi di tiga pintu masuk di desa setempat dilakukan di tiga titik jalur masuk di Jalan Pantura yang berstatus jalan provinsi dan Jalan Lintas Donggo. Yaitu di bagian Selatan, Utara dan Barat Desa Bajo.

Dikatakan Ady, penjagaan di pembatas jalan atau portal keluar-masuk dilaksanakan pukul 08.00-17.00 Wita. “Titik sentralnya ada tiga tempat wilayah di Selatan, Utara dan Barat Desa Bajo,” ujar Ady, Kamis (7/5/2020).

Kegiatan para Relawan Pencegahan Covid-19 Desa Bajo didukung sejumlah unsur seperti Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Kamtibmas (Bhabinkamtibmas), Pemuda Karang Taruna Desa Bajo dan Tim PKM Kecamatan Soromandi. Pada pintu masuk tim relawan memberlakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan pemindai sistem tembak (thermo gun).

“Relawan ini merupakan inisiatif dari kami Desa Bajo sendiri yang dibentuk bersama oleh pemuda dan mahasiswa secara mandiri. Kami membentuk Relawan Covid-19 sudah satu minggu yang lalu bersama mahasiswa dan pemuda Desa Bajo dan kami berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Desa Bajo Briptu Sutrisno,” ujarnya.

Mantan Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Mataram ini menjelaskan, tujuan terbentuknya relawan untuk membantu masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19 dan diharapkan mempercepat perubahan status desa setempat yang sudah termasuk zona merah (red zone) Covid-19.

“Dalam hal ini, kami relawan tidak memiliki sumber anggaran tetap sebagaimana pada umumnya, melainkan kami melakukan upaya konsolidasi dengan semua pihak-pihak terkait, stake holder, NGO kemanusiaan hingga para donatur dari berbagai unsur untuk membantu hal-hal teknis yang dibutuhkan oleh relawan di lapangan,” ujarnya.

Menurut Ady, Relawan Pencegahan Covid-19 belum mengetahui nilai dukungan anggaran dari pemerintah desa setempat. Namun demikian, para relawan tetap membangun komunikasi intens dengan pemerintah desa dan berbagai unsur berkaitan, sehingga mendapat apresiasi. Selain itu, kegiatan relawan juga difasilitasi unsur pemerintah desa.

“Sejauh ini komunikasi yang kami lakukan lumayan diapresiasi dan difasilitasi, sehingga kebutuhan relawan di lapangan tetap diperhatikan. Pada prinsipnya, kami jadi relawan harus terlebihi dahulu membuktikan bahwa kami pantas menerima amanah dan tanggung jawab dari masyarakat,” katanya.

Diungkapkannya, sesuai hasil komunikasi dengan unsur pemerintah desa, BPD dan seluruh perangkat desa akan bermitra dan siap berkolaborasi dengan relawan desa setempat. 




“Kami juga melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke tempat starategis seperti di masjid, di kantor desa dan di tempat keramain, Poskamling, halte dermaga, Koramil, Sub-Sektor Polsek Soromandi, Pegadaian dan lainya. Kami konsisten melakukannya dua kali seminggu,” katanya.


Ady berharap masyarakat tetap berhati-hati dalam beraktifitas dengan selalu berpedoman pada protokol kesehatan yang ditetapkan WHO dan imbauan pemerintah. “Semoga virus ini cepat berakhir agar kita semua bisa kembali beraktifitas secara normal dan yang terpenting adalah masyarakat bisa melakukan ibadah di bulan suci Ramadan hingga pelaksanaan salat Idul Fitri nanti,” harapnya. [B-19]