Langsung ke konten utama

Bidik “Garong” Lobster di Teluk Cempi, BKIPM Bima Bentuk Satgas

Ilustrasi

Bima, KontrasBima— Ini sinyal peringatan bagi masyarakat atau kelompok yang doyan merusak dan merampok potensi kelautan khususnya lobster, kepiting dan rajungan. Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Bima telah membentuk tim satuan tugas penegakan hukum yang akan menangani setiap tindak pidana kelautan dan perikanan khususnya Teluk Cempi.

Tim Satgas penegakan hukum akan menangani setiap pelanggaran Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 56 Tahun 2016 Tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster (Panulirusspp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunusspp.) dari Wilayah Negara Republik Indonesia.

Sesuai regulasi tersebut dinyatakan bahwa lobster, kepiting dan rajungan yang tidak sesuai ukuran sebagaimana peraturan tersebut di atas dilarang ditangkap dan atau dikeluarkan dari wilayah Negara Republik Indonesia.

Tim Satgas yang dibentuk BKIPM BIMA melibatkan beberapa instansi terkait yaitu Dinas Kelautan dan Perikanan Kaupaten Dompu, Polsek Hu’u, Polres Dompu, Polsek Woja Kabupaten Dompu, Polairud Polres Dompu, Pos Angkatan Laut TNI, Pokwasmas, Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB serta LSM Kompak.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, Ir. Wahidin, M.Si  menyatakan dengan adanya Satgas diharapkan dapat menghentikan kegiatan penangkapan maupun jual-beli benih lobster yang sedang marak dilakukan para nelayan terutama di wilayah perairanTeluk Cempi Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu.

Pembentukan Tim Satgas diharapkan dapat mendukung penyelesaian kasus-kasus pelanggaran tindak pidana kelautan dan perikanan, khususnya penangkap benih lobster yang merusak kelestarian laut khususnya Teluk Cempi.

Ketua Tim Satgas, Arsal, S.St.Pi., M.P mengatakan aktivitas penangkapan benih lobster  menyebabkan kerugian terhadap Kabuapte Dompu dan negara.

“Dengan dibentuknya tim ini diharapkan penegakan hukum terhadap para pelaku penangkap maupun pembeli (pengepul) dan penjual benih lobster dapat ditindak sehingga ada efek jera terhadap para pelaku,” ujar Arsal yang juga  Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Bima.


Sementara itu, Sekretaris Tim Satgas, Fatoni Rahman, S.Pi mengatakan, tahap awal kerja tim diawali penyusunan tim. Setelah itu mengumpulkan data dan informasi berkaitan dengan nelayan, pengepul, peta lokasi penangkapan.

Setelah itu, tim juga akan melaksanakan operasi di darat dan laut bersama instansi terkait untuk membidik oknum yang melanggar Permen KP Nomor 56 Tahun 2016.

“Dalam agenda kerja yang telah disusun tim ini selanjutnya akan melakukan kegiatan pengumpulan data dan informasi terkait para nelayan, pengepul, peta lokasi penangkapan, serta melaksanakan beberapa kali kegiatan operasi,” katanya seperti rilis BKIP Bima yang diterima Redaksi KontrasBima, Kamis (23/11/2017).

Fatoni berharap, dengan koordinasi serta integritas Tim Satgas yang telah dibentuk dapat melaksanakan tugas yang telah ditetapkan demi menjaga kelestarian Sumber Daya Ikan di wilayah Kabupaten  Dompu khususnya di Teluk Cempi Kecamatan Hu’u.

“Teluk Cempi yang menjadi sentral penangkapan benih lobster maupun rajungan sebagaimana visi dan misi Kementerian Kelauatan dan Perikanan yang seiring dengan visi-misi pembangunan nasional yaitu menjadikan laut sebagai masa depan bangsa,” ujar Seksi Wasdalin BKIPM Bima ini. (US)


Postingan populer dari blog ini

Gedung Kesenian Kota Bima akan Diresmikan 2 Mei 2018

Kota Bima, KontrasBima— Meski sempat mangkrak selama 12 tahun, proyek pembangunan gedung kesenian di Kelurahan Rabangodu Selatan Kecamatan Raba Kota Bima saat ini sedang dirampungkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bima. Rencananya, bangunan itu akan diresmikan pada 2 Mei tahun 2018 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional mendatang.
“Ini proyek sudah lama mangkrak dari tahun 2005. Insya Allah, kita rencanakan peresmiannya 2 Mei pas Hari Pendidikan Nasional,” kata Kepala Dinas Dikbud Kota Bima, Drs. Alwi Yasin, M. AP kepada KontrasBima di lokasi proyek, Senin (27/11/2017).
Alwi menjelaskan anggaran pembangunan lanjutan gedung sebesar Rp5 miliar bersumber dari APBD Kota Bima tahun 2017. Anggaran itu digunakan untuk penataan bagian atap, dinding dan lantai bangunan. Sementara untuk tahap penyelesaian, pihaknya telah mengusulkan Rp2 miliar pada APBD tahun 2018.
“Sisanya tinggal finishing. Untuk dekorasi seperti, plafon, instalasi listrik, kursi, pengeras suara, AC, lampu, pagar, taman…

Perbub Dana Desa Tahun 2018 Ditargetkan Rampung Januari

Bima, KontrasBima— Peraturan bupati (Perbub) mengenai prioritas dana desa tahun 2018 masih dalam tahap perancangan. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes) menargetkan regulasi itu akan terbit pada Januari 2018 mendatang.
“Perbub belum selesai karena masih kita rancang. Insya Allah paling lambat Januari 2018,” kata Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMDes Kabupaten Bima, Faisal kepada KontrasBima di DPMDes Kabupaten Bima, Kamis (23/11/2017) lalu.
Faisal menuturkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan telah menginstruksikan daerah untuk segera membuat regulasi tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2018 yang merujuk peraturan Menteri Desa PDT dan Transmigrasi.
Menurutnya, secara umum prioritas penggunaan dana desa tahun 2018 masih didominasi bidang pembangunan dan pemberdayaan.
“Kita sedang mengkaji dan menerjemahkan ketentuan kementerian. Penekanannya masih di bidang pembangunan dan pemberdayaan,” katanya. (ID)

Tiga Wanita Cantik Dijaring dari Kafe di Dompu

Dompu, KontrasBima— Tim operasi gabungan Cipta Kondisi (Cipkon) Kabupaten Dompu yang dipimpin Kabag Ops Polres Dompu Kompol Muhammad Yanis, SIK, MH mengamankan sedikitnya tiga wanita yang terindikasi positif menggunakan Narkoba saat menyisir sejumlah kafe di wilayah Dompu, Jumat (29/12/2017) malam.
Tiga wanita yang terindikasi positif menggunakan Narkoba yaitu S (26 tahun) asal Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja Kabupaten Dompu yang diamankan dari kafe ADK di Lingkungan Kota Baru.
Dua wanita lain diamankan dari kafe di Kelurahan Karijawa Kabupaten Dompu. Ketiga wanita tersebut digiring ke Mapolres Dompu karena berdasarkan hasil pemeriksaan urine terindikasi positif menggunakan Narkoba.
“Setelah tim kami melakukan beberapa pemeriksaan di beberapa tempat hiburan, limadi antaranya positif menggunakan Narkoba. Dua di antaranya laki-laki, dan tigaperempuan. Selanjutnya ketiga orang tersebut kami bawa ke Polres untuk ditindak lanjuti,” kata Kompol Muhammad Yanis dikutip dari laman Tibrata New…