Sinergi PLAN International Bersama Pemda NTB, Dedikasi untuk Masyarakat

Iklan

.

Sinergi PLAN International Bersama Pemda NTB, Dedikasi untuk Masyarakat

Minggu, 01 Maret 2020
Suasana Malam Ramah Taman Yayasan PLAN Internasional Indonesia dengan Pemrov NTB.

Mataram, Berita11.com— Sebagai mitra kerja pemerintah yang fokus bergerak memajukan dan memperjuangkan kesetaraan hak anak-anak dan perempuan, kiprah PLAN International di NTB telah mendapat apresiasi dan tempat tersendiri. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, bahkan mengakui bahwa yayasan ini telah banyak membantu dalam menuntaskan persoalan masyarakat di berbagai bidang.

“Plan International sudah banyak membantu masyarakat. Dari capaian project yang sudah dikerjakan pada 2019 terlihat betapa NTB membutuhkan organisasi seperti PLAN International. Pemerintah provinsi tidak dapat mengucapkan kata selain apresiasi,” ujar Dr. Zul dalam acara Ramah Tamah bersama PLAN International NTB, di Hotel Santika Mataram, Senin (24/02/2020).

Untuk mendukung komitmen Plan International Indonesia, ke depan Pemerintah Provinsi NTB akan meningkatkan kapasitas staf di beberapa Perangkat Daerah yang berhubungan langsung dengan program dan kegiatan yang dilaksanakan agar capaiannya dapat lebih maksimal.

PLAN International Indonesia telah beroperasi Indonesia sejak tahun 1969 melalui afiliasi dengan Federasi Plan International. Pada 2018, proyek Water for Women (WfW) diinisiasi di NTB dengan dukungan Pemerintah Australia. Ada pula program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang bersinergi dengan TP-PKK, posyandu, sekolah dan pihak-pihak lain untuk terlibat dalam peningkatan akses sanitasi kepada masyarakat.

Melihat progres yang menggembirakan terhadap capaian program di tahun 2019, Direktur Eksekutif PLAN Internasional Indonesia, Dini Widyastuti, optimis akan bisa lebih maju pada tahun ini. Dalam penjelasannya, PLAN International dengan beberapa project di Indonesia Timur, selain merespon rekonstruksi sosial pasca bencana seperti di Sulawesi Tengah, juga meneruskan beberapa program yang memang telah dikerjakan sejak 2015.  PLAN International mengklaim telah mensponsori 36.000 anak di seluruh Indonesia dalam hal pemberdayaan sosial maupun kesehatan.

Di bidang penguatan tenaga kerja, PLAN International fokus mengembangkan kesempatan kerja di era digital. Menurutnya, pihaknya hingga saat ini sedang melakukan pelatihan digital bagi 3.000 anak hingga  2021 mendatang. Di NTB, Desa Senteluk dan Sekotong Timur difokuskan pada program pencegahan perkawinan anak dan eksploitasi seksual anak, terutama di daerah-daerah wisata. Tak hanya itu, kesehatan kaum muda seperti penyakit tidak menular, kesehatan mental seperti perundungan (bullying) serta perilaku beresiko seperti minum minuman keras dan penyalahgunaan obat di daerah wisata juga menjadi prioritas utama.

“Mengingat NTB akan menjelma menjadi destinasi wisata prioritas dengan segala dampak ikutannya, PLAN International merasa perlu memaksimalkan project yang khusus untuk kaum muda agar dapat bersaing dan beradaptasi dengan perubahan. Kelompok masyarakat ini menjadi prioritas selain pelibatan perempuan, anak dan kaum disabilitas yang selama ini menjadi sasaran utama setiap project PLAN,” jelas Dini.

Ada pun proyek sanitasi di KLU dan Dompu yang dikerjakan sejak 2015, selain yang ada di 20 kecamatan di Lombok Tengah, meski prioritasnya adalah perubahan cara berpikir, seperti dikatakan Dini, pelibatan kaum milenial dan kaum difabel untuk instalasi dan produk sanitasi terutama toilet umum dan khusus difabel sangat menggembirakan. Sampai dengan saat ini ada 4.000 unit yang sudah dipesan di komunitas disabilitas maupun kelompok usaha milenial untuk pembangunan fisik toilet maupun penyediaan produk sanitasi.

“Kami berharap dukungan dari pemerintah dan mitra kerja. Karena menurut kami masih ada banyak masalah yang tidak akan selesai kalau tidak dikerjakan bersama,” pungkasnya. [B-24/*]