Tim 5 STKIP TSB Didorong jadi Aktor Sadar Lingkungan

Iklan

.

Tim 5 STKIP TSB Didorong jadi Aktor Sadar Lingkungan

Jumat, 13 Maret 2020
Ketua STKIP TSB, Dr Ibnu Khaldun M.Si Bersama Tim 5 yang Baru Pulang dari Malaysia.

Bima, Berita11.com— Isu lingkungan yang menjadi tantangan global menjadi salah satu atensi kuat bagi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Taman Siswa Bima (STKIP TSB).  Kampus setempat mendorong Tim 5 yang terdiri dari dosen dan mahasiswa setempat yang pulang melaksanakan program internasional di Malaysia, menjadi aktor terhadap gerakan sadar lingkungan.

Ketua STKIP TSB, Dr Ibnu Khaldun M.Si menyebutkan, isu lingkungan telah lama menjadi salah satu atensi kampus setempat.  Tim 5 kampus setempat yang baru pulang dari Malaysia memiliki serenteng pengalaman, sehingga didorong menjadi aktor gerakan sadar lingkungan. Salah satu program yang disiapkan sebagai bentuk komitmen terhadap gerakan sadar lingkungan yaitu bank sampah.

“Kemarinkan sudah pada belajar dan mendapatkan pengalaman di Malaysia. Pengalaman itu, kami harap mampu dikembangkan dan ditularkan pada civitas akademika di kampus kita ini. Terutama untuk aspek tata kelola admistrasi, disiplin, kesadaran,” kata Dr Ibnu Khaldun saat menyambut Tim 5 di kampus setempat, Rabu (11/3/2020).

Diingatkannya, kebiasaan Tim 5 menjaga lingkungan selama berada di Malaysia, tidak boleh hilang. Karena kesadaran itu merupakan dorongan yang lahir dari peningkatan ilmu, pengetahuan dan pengalaman.

Dr Ibnu Khaldun juga meminta para Kaprodi lingkup STKIP Tamsis Bima menyediakan waktu pada mahasiswa untuk berbagi pengalaman tentang mahasiswa yang belajar 15 hari di Malaysia.

“Tim 5 ini tidak boleh terlihat buang sampah sembarangan. Di tas harus disediakan ruang khusus untuk sampah bungkus makanan ringan. Harus mampu menjadi contoh yang baik,” harapnya.

Seperti dilansir sebelumnya, ada tiga point besar yang didapat Tim 5 STKIP TSB selama melaksanakan kegiatan bersama PICOMS Malaysia. Pertama adalah kesadaran lingkungan, baik dosen maupun mahasiswa sangat sadar terhadap lingkungan. Gerakan itu telah menjadi kebudayaan.


Selama di PICOMS Malaysia, Ketua Kantor Urusan Internasioanal (KUI) STKIP Tamsis Bima, Ramli, M.Pd tidak menemukan adanya tukang bersih-bersih.  Belakangan diketahui jika civitas akademika di kampus itu ikut menjaga kebersihan. Hal lain yang dipelajari Tim 5 di Malaysia, budaya saling mengapresiasi dan mendukung. Ketiga, masalah admistrasi absolud. Yaitu kebijakan disampaikan dalam satu garis komando. [B-11/*]