Satu Pegawai KJU Dianiaya Keluarga Nasabah di Monta

Iklan

.

Satu Pegawai KJU Dianiaya Keluarga Nasabah di Monta

Selasa, 25 Februari 2020


Bima,Kiprah.Berita 11.com - Haerul Anam (21) warga desa Simpasai kecamatan Monta Bima, pegawai koperasi Jaya Utama (KJU) dilarikan ke puskesmas Monta, karena sempat pingsan usai dipukul Rafik (40) warga Rt. 13 Rw. 03 Desa Tolouwi kecamatan Monta Kabupaten Bima.

Penganiayaan itu terjadi pada hari Senin, (24/2-20) sekitar pukul 12.30 wita, bertempat di Rt. 13 Rw. 03 Desa Tolouwi tepatnya di halaman penggilingan padi milik Syaiful warga setempat.

Awalnya korban yang berprofesi sebagai pegawai Koperasi KSP Jaya Utama datang ke Desa Tolouwi bersama rekanya Syaridudin dan Aryantri, untuk menagih angsuran pinjaman koperasi pada nasabah bernama Ningsih warga Tolouwi

Kehadiran korban menemui nasabah ini diketahui Syaiful (suami Ningsih) langsung menanyakan kepada istrinya perihal hutang piutang tersebut, namun istrinya tidak mengakui telah berhutang pada koperasi sehingga pasangan suami istri ini terlibat cekcok bahkan Syaiful sempat memukul istrinya.

Pada saat terjadi cekcok tersebut, tiba tiba datang terduga pelaku (kakak kandung Ningsih) dari arah belakang korban dan langsung memukul korban pada bagian kepala sebelah kanan dengan menggunakan tangan mengepal sebanyak satu kali. 

Kemudian korban melarikan diri ke arah jalan raya karena pelaku sempat mengambil parang hendak mengejar korban, untungnya sejumlah saksi dapat menenangkan tersangka.

Sementara korban akibat pukulan tadi tidak mengalami luka sobek namun diduga benturan di kepalanya cukup keras sehingga membuat korban langsung tergeletak pingsan di pinggir jalan raya. 

Tidak lama kemudian Bhabinkantibmas Desa Tolouwi BRIGADIR Suharmayo yang sedang berada di Desa Tolouwi dan mengetahui kejadian tersebut langsung menuju TKP dan membawa korban ke Puskesmas Monta untuk mendapatkan perawatan medis.

Orang tua korban bersama rekan korban sebagai saksi melaporkan kejadian tersebut untuk ditangani pihak kepolisian.

Sampai berita ini ditulis, korban telah dijemput keluarga untuk dirawat di rumah. Sementara terduga pelaku masih dalam proses pencarian aparat kepolisian karena diduga telah melarikan diri. 

Ditemui di rumahnya desa Simpasai pada senin malam, korban yang masih sangat lemas, didampingi orang tuanya membenarkan kejadian tersebut. "Untuk semua biaya pengobatan ditanggung kantor," ucap Anam lirih sambil menahan sakit. 

Menurut keterangan Kapolsek Monta Iptu Takim dugaan sementara motif penganiayaan tersebut karena tidak terima dengan kedatangan korban menagih angsuran pinjaman koperasi pada adik kandungnya, karena menurut pengakuan Ningsih bahwa bukan dirinya yang meminjam uang dan tidak pernah meminjam uang pada Koperasi KSP Jaya Utama, hanya KTPnya dipakai oleh orang lain untuk meminjam uang.(B.13)