Setelah Tim 5 Pulang dari Malaysia, STKIP TSB Dorong Percepatan Kerja Sama KKN Dua Negara

Iklan

.

Setelah Tim 5 Pulang dari Malaysia, STKIP TSB Dorong Percepatan Kerja Sama KKN Dua Negara

Jumat, 13 Maret 2020
Ketua STKIP TSB, Dr Ibnu Khaldun Foto Bersama Tim Lima Dosen dan Mahasiswa yang baru Pulang Melaksanakan Kegiatan di Malaysia, Kamis (12/3/2020). Foto Humas STKIP TSB.


Bima, Berita11.com— Kiprah Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima pada level internasional terus diperkuat. Setelah Tim 5 kampus setempat yang beranganggotakan dosen dan mahasiswa pulang dari Malasysia, kampus merah— sebutan STKIP TSB mendorong percepatan program kuliah kerja nyata (KKN)  Malaysia-Indonesia.

Sesuai kesepahaman awal yang dibangun, mahasiswa STKIP TSB akan melaksanakan KKN di Malaysia, demikian sebaliknya mahasiswa kampus Malaysia yang bekerja sama dengan STKIP TSB.

“Sebisa mungkin kita akan beusaha untuk bisa KKN bersama mahasiswa Malaysia dalam waktu dekat ini,” ujar Ketua STKIP TSB, Dr Ibnu Khaldun M.Si saat  menerima Tim 5 di kampus setempat, Rabu (11/3/2020).

Alumnus S3 Universitas Indonesia ini menyebutkan, pihaknya serius mewujudkan misi kampus setempat go internasional. Berkaitan pelaksanaan program KKN dua negara, pihaknya akan melakukan sejumlah persiapan dengan matang. 

Adapun lokasi pelaksanaan proram pengabdian itu,  di Kabupaten Bima, NTB. “Kita sudah berangkat ke sana (Malaysia), giliran nanti mereka (PICOMS Malaysia, red) yang akan kita tarik ke sini (Bima). Targetnya kita akan menarik mereka. Biar agar saling mengunjungi. Tugas kami sekarang adalah membidik brand apa yang ingin digunakan,” kata Ibnu.  

Dr Ibnu Khaldun berharap Tim 5 segera mempercepat tindaklanjut kerja sama dengan University Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia. Tindaklanjut itu berkaitan studi bagi mahasiswa S1, S2 dan S3. Untuk program jangka menengah kampus setempat adalah menjadikan Malaysia sebagai target belajar, sehingga kemitraan dua kampus akan terus terjalin.

“Kalau cepat perjanjian kerja sama, bisa kita bidik mahasiswa yang akan melanjutkan S2 ke UPSI. Supaya ada juga dosen yang bisa kami rekomendasikan untuk melanjutkan S3 ke Malaysia juga,” ujarnya.

Menurut Ibnu, kampus PICOMS memiliki kesamaan visi dengan kampus STKIP TSB. Salah satunnya membangun iklim wirausaha. Karena dari wirausaha yang menghidupkan kampus PICOMS melalui kegiatan alat-alat kesehatan kosmetik.

“Civitas akademika kita (STKIP TSB) banyak juga yang wirausaha. Dari yang kecil-kecilan sampai yang besar. Beberapa waktu yang lalu juga kita melakukan studi banding ke Univesitas Pemulang, belajar tentang wirausaha. Semua itu adalah cerminan keseriusan kita dalam membangun brand sebagai kampus berwirausaha juga,” ujar Ibnu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, STKIP Tamsis Bima bersama dua perguruan tinggi di Jawa Barat dan tiga perguruan tinggi di NTB menggelar kegiatan di PICOMS international University College, Malaysia. Program tersebut Mobility (Inbound) program 2020. Selain menggenjot publikasi internasional, STKIP TSB juga telah menandangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perguruan tinggi  Malaysia dan Filipina. 

Sebelumnya, STKIP TSB mendatangkan dua guru besar dari Filipina sebagai pemateri dalam workshop penulisan artikel ilmiah dan pengembangan diri mahasiswa. Selain itu, mengikuti program pertukaran pimpinan perguran tinggi di Universitas Selangor, Malaysia. [B-11/*]