Selama Kuliah Hartina Langganan Transportasi Bus, kini jadi Wisudawan Terbaik

Iklan

.

Selama Kuliah Hartina Langganan Transportasi Bus, kini jadi Wisudawan Terbaik

Sabtu, 21 September 2019
Hartina S.Pd. Foto Ist.


Berakit rakit ke hulu, berenang renang ke tepian; bersakit sakit dulu, bersenang-senang kemudian. Penggalan lirik lagu tersebut mungkin tepat menggambarkan sosok Hartina, wisudawan terbaik Angkatan XIII STKIP Taman Siswa Bima yang hari ini dikukuhkan sebagai sarjana.

Betapa tidak, selama menempuh kuliah S1, wanita kelahiran Oi Niu, 30 Desember 1997 silam ini, memiliki suka duka menggunakan transportasi bus yang bagi sebagian besar orang di Bima jarang digunakan khususnya antar kecamatan.

“Suka duka saya ketika kuliah yaitu transportasi yang saya gunakan. Saya selama hampir empat tahun kuliah ini menggunakan bus. Dalam perjalanan ini saya benar-benar menikmati perjuangan, di mana kalau busnya telat otomatis nyampe kampus pun telat. Kadang-kadang juga dikomentari oleh dosen,” ujar alumnus MAN 2 Kota Bima kepada Kiprah.Berita11.com, Jumat (20/9/2019).

Anak ke-4 dari lima bersaudara pasangan Ahmad dan Suharti S.Pd ini memiliki cerita menarik saat hendak menyelesaikan studi S1. Tantangan terberat yang ia rasakan selama kuliah terutama dihadapkan semester akhir. Kala menyusun proposal dan skripsi, terutama ketika meminta tanda tangan dosen.

“Saya masih ingat sekali, ketika itu saya membutuhkan tanda tangan dan dihadapkan dengan dosen yang cukup sibuk. bahkan saya hampir mau memangis saat itu, karena saya harus segera mendapatkan tanda tangan itu, hari itu juga karena pada saat hari itu adalah hari terakhir daftar yudisium. Saya menunggu, mencari sampai pada akhirnya alhamdulillah pengorbanan yang tidak sia-sia,” ceritanya.

Wisudawan Program Studi S1 PGSD ini mampu meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,85. Skripsinya membahas Manajemen Kelas Guru di SDN 77 Niu Kota Bima. menjadi guru adalah cita-citanya sejak kecil. Karena menjadi guru adalah hal terhebat dalam hidupnya.

Pasca wisuda, Hartina belum memiliki rencana untuk melanjutkan pendidikan. Baginya apa yang ia raih hari ini adalah hal yang luar biasa. “Rencana pasca wisuda, jujur saja saya tidak memiliki rencana apapun, karena rencana yang diinginkan sebelumnya alhamdulillah sudah tercapai, yaitu mengajar. Setelah selesai PPL dan KKN, alhamdulillah saya sudah dipanggil dan dipercayakan untuk mengajar,” ungkapnya.

Selama menjadi mahasiswa S1, beberapa prestasi pernah diraih Hartina seperti ditunjuk sebagai mahasiswa peserta pertukaran mahasiswa di Madiun Jawa Timur selama sebulan. Selain itu, ia juga mendapatkan beasiswa dari DIKTI yang selanjutnya digunakan untuk membiayai kuliah, membayar SPP dan KRS selama tiga semester.

Selain itu, ia juga pernah menjadi Tim Penilai Microteaching untuk mahasiswa seangkatannya.  “Saya mendapatkan beasiswa prestasi dari DIKTI dan alhamdulillah saya gunakan untuk membiayai SPP dan KRS selama tiga semester,” katanya.

Harapan Hartina untuk Pemerintah Daerah

Hartina menillai bahwa kualitas pendidikan di daerah khususnya di Bima sudah semakin lebih baik. Bahkan tak berbeda dengan sejumlah daerah lain di Indonesia. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak boleh ada dikotomi karena tempat. Hal itu juga berlaku untuk persepsi sebagian kalangan yang menganggap hanya mahasiswa yang kuliah di luar daerah yang kualitasnya bagus.

“Pendidikan di Bima yang saya lihat sudah cukup bagus. Sebenarnya pengajaran dan implementasi dari pendidikan itu sama saja, tidak harus memandang tempatnya, banyak yang berpendapat bahwa kuliah di luar daerah lebih baik dari pada daerah sendiri, tersebab ini dan itu,” katanya.

“Padahal sebenarnya sama saja. Saya bisa melihat dan merasakannya langsung di Bima pendidikannya bagus, pengajarannya juga sama saja. Saya bisa membandingkannya ketika saya dipercayakan menjadi mahasiswa pertukaran pelajar di Madiun waktu itu, semua apa yang didapatkan di Madiun juga saya dapatkan di kampus saya STKIP Tamsis. Jadi, saya dapat mengatakan pendidikan di Bima sudah cukup baik,” lanjutnya.

Hartina berharap pemerintah daerah khususnya Pemkab Bima agar menyiapkan beasiswa kategori tidak mampu maupun beasiswa prestasi bagi mahasiswa. Karena hal itu sangat bermanfaat sekali dalam mendongkrak kualitas SDM di daerah.

“Input untuk pemerintah daerah ialah diadakannya beasiswa, baik itu beasiswa tidak mampu maupun beasiswa prestasi. Karena yang saya tahu beasiswa yang ada selama ini hanya dari DIKTI. Semoga pemerintah daerah juga bisa memberikan beasiswa kepada pelajar-pelajar (mahasiswa) yang kurang mampu maupun yang berprestasi di Bima,” harapnya. [R]